Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Selamat malam guys, para pembaca setia blog eva edelweis yang isinya campur aduk macam sup buah... hahaha semoga kamu tidak menghujat si penulis yang masih dengan setia menulis di sini. Tema blogku masih sama "About me, Love, and Chemistry" karena jujur saja aku ini murni anak sains yang kadang agak gaje gitu, jadi kuselipkan chemistry di sini biar orang percaya bahwa penulis rada absurd dari blognya eva edelweis adalah anak kimia. Meskipun aku anak sains tapi aku punya minat yang cukup baik dengan dunia psikologi. Sebenarnya dulu hampir jadi anak psikologi sih hahahha. Oke untuk tulisan kali ini aku ingin menulis beberapa part dari psikologi. Kamu yang anak psikologi, lalu menemukan sesuatu yang keliru dari tulisanku, mohon dengan sangat untuk mengkritik atau memperbaikinya. hihihiii... maklum ada anak kimia nyasar ke psikologi.... happy reading...^_^

     Gangguan panik... kupikir panik itu cuma suasana diri yang biasa terjadi pada setiap orang, tapi ternyata tidak loh guys, gangguan ini juga bisa disebut sebagai suatu jenis gangguan kecemasan. Gangguan panik ini merupakan bentuk gangguan kecemasan yang paling parah dan cukup hebat.  Serangan panik ini semacam saat seseorang diselimuti perasaan ketakutan dan kecemasan yang cukup kuat yang tak beralasan, yang melingkupi diri mereka seperti kabut. Ketika hal itu terjadi, maka seseorang bisa saja tidak berdaya melakukan apa pun. 
    
     Gejala yang bisa diamati ketika gangguan panik ini terjadi, dimulai dengan munculnya gejala seperti pusing, takut dengan ruangan sempit, muncul keringat dingin atau jantung yang berdetak kencang. Hal yang paling parah dari gejala ini adalah munculnya rasa takut seseorang akan berakhir pada kematian atau kegilaan. Penyebabnya belum bisa dipastikan seperti apa, mengapa seseorang bisa mengalami gangguan seperti ini. 

    Seseorang yang mengalami gejala panik yang cukup hebat bisa saja juga mengalami hiperventilasi dalam waktu yang bersamaan. Hiperventilasi ini merupakan suatu kondisi sesak napas karena seseorang bernapas secara berlebihan untuk mencapai gas darah arteri normal, akibatnya oksigen yang dihirup jumlahnya berlebih dari yang dibutuhkan. Pada saat mengalami hiperventilasi maka akan terjadi proses ekskresi gas CO2 dari paru-paru secara berlebih yang dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan pH darah sehingga kepala bisa pusing dan kejang pada otot tangan dan kaki. Hiperventilasi ini akan membuat serangan panik menjadi jauh lebih berbahaya, maka solusinya adalah memaksa diri untuk menghirup karbondioksida lebih banyak misalnya dengan cara bernapas ke suatu kantong atau menutup mulut dengan tangan sehingga dengan sendirinya seseorang yang mengalami hiperventilasi memaksa dirinya untuk bernapas melalui hidung, hal ini bertujuan untuk meningkatkan gas CO2 dalam darah. Agar  kondisi kembali normal, maka perlu merilekskan diri, hembuskan napas perlahan-lahan dan mengalihkan diri terhadap hal-hal lain sehingga tidak muncul kembali rasa takut dan cemas. 

*Hanya sebuah inspirasi dari komik yang kubaca, lalu kutuliskan untuk sekedar sebagai pengetahuan paling sederhana untuk diri sendiri. Jika ada kesalahan, monggo diperbaiki.



#Tantangan 10 Hari Menulis Bersama Kampus Fiksi

     Berbicara tentang film, sebenarnya aku bukan gadis yang suka nonton. Aku meluangkan waktu untuk nonton hanya ketika libur panjang pulang kampung dengan bekal film yang cukup banyak hasil copyan dari teman. Nonton di bioskop pun tidak sering, cuma sesekali saja, kalau ada duit berlebih. hahahha. Tapi meskipun jarang nonton, aku ini suka sekali dengan film-film Bollywood bahkan sejak aku masih berusia 7 tahunan. Namun bukan berarti aku tidak tertarik dengan film jenis lain semisal film Indonesia, Thailand, dan Hollywood. Banyak sekali film-film yang kusuka, dari berbagai genre mulai dari romance, action, dan yang lainnya. Tapi kali ini cukup beberapa judul film saja yang bakal kutulis di sini. Lain kali jika punya ide, aku akan menuliskannya di lain waktu untuk sekedar review film. 

Tiga film apa yang paling berkesan? 

      Pertama, film "I'm not stupid" sebuah film Singapura yang rilis pada tahun 2006, yang disutradarai oleh Jack Neo. Film ini merupakan sebuah film satir tentang kehidupan 3 pemuda yang sama-sama memiliki hubungan buruk dengan keluarganya. Kenapa film ini termasuk dari kategori film yang mengesankan? karena akupun pernah mengalaminya. Sebagai seorang anak, aku belajar bagaimana seharusnya aku mengkomunikasikan sesuatu dengan orang tuaku sendiri, pun sebagai anak aku belajar untuk memahami segala sesuatu yang terkadang keinginan kita tidak sepaket dengan keinginan orang tua. Untuk orang tua, di sini digambarkan dengan sangat jelas bahwa mereka itu tidak seharusnya egois dengan kehendak mereka sendiri, sebagai orang tua seharusnya memahami talenta dan minat yang ada pada anaknya bukan hanya sekedar melulu menuntut untuk mengikuti kehendak mereka apalagi memaksakan sesuatu yang bukan passionnya. Bahkan, seharusnyalah orang tua itu mensupport anaknya sendiri untuk berkembang lebih baik sesuai dengan talenta yang ia miliki. Jadi, seseorang itu dikatakan pinter bukan hanya karena dia jago matematika, fisika, namun seorang blogger seperti Tom Yeo pun termasuk dari orang yang pinter. Film ini cukup menarik bagiku karena sang produser benar-benar menyajikan secara apik sehingga pesan yang ingin dia sampaikan pada penonton benar-benar mengena dan nyangkut dalam perasaan, filmnyapun tidak monoton karena ada beberapa adegan tertentu yang cukup kocak sebagai penyegarnya. 

      Kedua, film "Three Idiots" sebuah film bollywood yang disutradarai oleh Vidhu Vinod Chopra, yang mana jalan ceritanya ditulis oleh Rajkumar Hirani. Sebuah film yang ditulis sebagai sebuah kritik keras untuk dunia pendidikan. Film ini termasuk film yang cukup mengesankan karena terkesan pada karakter seorang tokoh utama bernama Ranchoddas yang begitu istimewa. Film yang mengisahkan tentang kehidupan dunia perkuliahan yang cukup mengasyikkan, jika kita mampu menikmatinya dan menjalaninya seperti seorang Ranchoddas yang luar biasa cerdas dan mengagumkan. Akupun pernah membayangkan kehidupan nyata untuk berperan sebagai Rancho, seorang mahasiswa yang berotak cerdas, kritis terhadap beberapa kebijakan yang ditetapkan di kampusnya. Tidak hanya itu saja, seorang Rancho menyadarkan kita bahwa sebuah institusi pendidikan semacam universitas bukanlah tempat untuk mendapatkan nilai ipk yang bagus, lulus dengan nilai sempurna, namun lebih dari itu semua. Universitas tempat mahasiswa untuk belajar secara serius, menggali sebanyak-banyaknya ilmu untuk kemudian dipraktekkan dan dimanfaatkan suatu hari nanti saat mereka kembali ke kampung halamannya masing-masing. Kita bisa sukses jika kita benar-benar serius mendalami bidang yang kita minati, bukan hanya sekedar sukses yang berupa angka dalam ijazah dan kekayaan harta yang bisa kita kumpulkan sebanyak-banyaknya, Namun sukses lebih dari sekedar itu semua. Pesan yang dapat kita ambil dari film ini, yaitu kesuksesan seseorang tidak bisa diukur hanya tentang angka dan materi. 

      Ketiga, film "Tenggelamnya Kapal Van Der Wick" yang ditulis oleh Hamka. Film ini cukup apik dan recommended sekali untuk ditonton. Film ini termasuk dari sebagian film yang mengesankan karena aku begitu tertarik dengan seorang Zainuddin. Selain karena memang terpikat dengan jalan kehidupan Zainuddin, akupun juga suka dengan Herjunot Ali. hahahhaa. Film yang recommended sekali untuk ditonton para remaja yang sedang mabuk asmara. Cinta bisa mengubah segalanya, membuat seseorang menjadi gila, bahkan cinta pun bisa mengubah seseorang menjadi raja. Perjalanan cinta Zainuddin begitu berat dan terjal, namun ia sukses mengubah luka dalam hatinya menjadi bara semangat yang luar biasa untuk mengubahnya menjadi seseorang yang sukses karena cinta. Yah, pesan moral semacam ini yang begitu kuat menancap dalam pikiran untuk kita terapkan dalam hidup kita. Ketika kita mengalami kegagalan, tidak hanya tentang kegagalan soal cinta, namun tentang kegagalan banyak hal, kita tidak boleh terbawa arus kegalauan, menyerah dalam keterpurukan, namun kita seharusnya memutar balik arah jalan hidup kita menjadi lebih baik untuk di kemudian hari kita meraih kesuksesan dan tidak pernah menyesal pernah mengalami kegagalan. 

Banyak film yang kusuka, namun sekali lagi aku katakan aku ini bukan penikmat film cuma sesekali saja nontonnya. Jadi jangan kaget dengan judul-judul film jadul yang kusebutin tadi. Pokoknya mah kalau masalah film, bolehlah kau bilang aku ini katrok, gak up date dengan film-film baru, tak masalah kok. Toh kalaupun aku up date dengan film-film baru, tidak lantas membuatku semakin cerdas dan cantik. hahahha.

Eva Edelweis, Yogyakarta 22 Januari 2017
      Ini hari ke-5 aku menulis di sini sebagai sebuah perwujudan dari resolusi tahun 2017 untuk menerapkan "One Day One Post". Barangkali yang ditulis di sini hanyalah semacam sampah dalam kepala yang perlu dibuang, tapi tidak dibuang begitu saja namun perlu direcycle lewat tulisan. Kali ini aku mengangkat sebuah review film "Zootopia" yang sudah rilis tahun lalu, tapi aku telat nonton. Maklum, orang sok sibuk. hahahha. Terakhir kali aku nonton sebelum nonton zootopia kira-kira 4 bulan yang lalu. cukup lama sekali kan? hihii yah sudahlah nonton film atau nggak, kan tidak menjadikanku lantas bertambah cantik... hahahha.

       Zootopia. Pertama kali aku membaca judulnya saja, terbersit dalam benakku tentang sebuah "Khayalan" yang dikemas apik oleh sutradara. Dilihat dari judulnya, Zootopia adalah gabungan dua kata antara Zoo dan Utopia. Zoo, yang berartikan kebun binatang. Sedangkan Utopia menurut kamus KBBI adalah sistem sosial politik yang sempurna yang hanya ada dalam bayangan (khayalan) dan sulit atau tidak mungkin diwujudkan dalam kenyataan. Oke, dari sisi makna tekstual saja, dapat kita terka kira-kira isi film ini seperti apa... Barangkali seacam kota impian yang dihuni oleh berbagai jenis binatang dengan penuh kedamaian. Pemain yang berkecimpung, tentu saja bukanlah sosok manusia tapi sejenis binatang. Mulai dari hewan mamalia, dan berbagai jenis hewan predator ikut meramaikan film ini. Disney menampilkan ide kreatifnya dengan cara menampilkan animasi sederhana namun sarat makna.Kehidupan binatang yang digambarkan seperti kehidupan manusia normal.Yah, di film ini sebenarnya memanusiakan binatang. Film dalam bentuk animasi yang cocok ditonton oleh berbagai usia.

       Sebuah cerita fantasi yang diawali oleh kelinci betina bernama Judy Hopps yang bertubuh mungil dan imut yang memiliki cita-cita untuk menjadi polisi di Zootopia. Orang tuanya mengatakan bahwa hidup mereka bahagia sejak mereka menyerah pada impian mereka dan memutuskan untuk menjadi petani wortel saja. Tetapi, Judy hopps adalah kelinci yang optimis untuk tetap mewujudkan impiannya. Usaha dan kerja keras ia lakukan pada saat bersekolah di akademi kepolisian sehingga mengantarkannya menjadi lulusan terbaik di sana. Terpilihlah dia menjadi delegasi polisi yang akan dikirim ke Zootopia. Betapa senang dan bahagia yang dia rasakan bahwa mimpinya akan segera terwujud. Zootopia adalah sebuah kota dimana rantai makanan tidak berlaku lagi bagi para binatang. Kehidupan binatang buas dan binatang jinak, luar biasa sempurna, mereka hidup rukun dan damai karena sebuah kesepakatan dari pendahulunya. Setelah ia sampai di Zootopia, yang terjadi bukanlah seperti dugaan yang ada di kepalanya. Chief Bogo seekor kerbau yang berperan sebagai kepala kepolisian justru mengabaikan Judy Hopps yang hanya seekor kelinci kecil untuk bertugas menjadi polisi, ketika hampir semua bawahannya ia tugaskan untuk mencari beberapa binatang yang hilang, justru ia dialihkan sebagai petugas juru parkir.Tetapi sekali lagi, Judy Hopps benar-benar menggambarkan seorang tokoh yang luar biasa optimis, dan selalu bersyukur atas apa yang terjadi padanya. Meskipun sebagai petugas parkir, dia tidak lantas bekerja malas-malasan. Tetapi Judy benar-benar menunjukkan etos kerja yang cukup bagus dengan cara bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas yang diberikan padanya, hingga akhirnya bertemulah dia dengan Nick Wilde seekor rubah yang cerdik dan suka menipu. Dialah yang nantinya akan menemani hari-hari kedepan seorang Judy. Namun, di balik keculasan Nick, dia sebenarnya memiliki nasib yang hampir sama dulu dengan Judy. Diremehkan. Yah, Nick pernah bercita-cita untuk menjadi bagian dari peserta pramuka. Namun, ia seringkali dibully oleh temannya yang notabene hewan-hewan jinak, sehingga ia menyerah begitu saja. Keculasannya adalah sebuah pelampiasan dari kebenciannya. Ia benar-benar membuktikan bahwa seekor rubah tetaplah seekor rubah yang memiliki sifat alamiah yang cukup liar.

       Singkat cerita, ia yang memang kepingin sekali menjadi polisi, lalu tiba-tiba mengambil alih sebuah kasus kehilangan dengan cara paksa. Chief Bogo menantangnya untuk menyelesaikan kasus Mrs Otterton, seekor berang-berang yang kehilangan suaminya dalam tenggat waktu 48 jam. Bukan seorang Judy namanya jika ia menyerah begitu saja tanpa mencoba. Bersama dengan Nick, Judy mencoba memecahkan kasus kehilangan 14 warga zootopia. Perjalanan mereka membuahkan hasil yang cukup memuaskan setelah melewati beberapa rintangan bahkan, nyawapun resikonya bukan hanya sebatas ancaman terpecatnya Judy jika dia gagal melakukan misinya. Gabungan antara kerja keras Judy dan kecerdikan Nick, menemukan sebuah  hilangnya warga zootopia secara mendadak. Tidak hanya itu saja, mereka juga menemukan keanehan yang terjadi pada hewan-hewan yang telah ditemukan. Hewan-hewan itu menjadi sangat liar. Setelah melakukan beberapa pengamatan ternyata, liarnya para hewan karnivora itu bukanlah hasil reaksi Gen atau DNA mereka. Namun, mereka diberikan sejenis tumbuhan (pelolong malam) yang mengandung zat-zat kimia berbahaya, yang lantas menjadikan mereka liar. Keberhasilan kasus yang dipecahkan oleh Juddy dan Nick menjadikan ia populer di kalangan para hewan. Bahkan, di akhir cerita Nick pun menjadi partner Juddy bertugas sebagai polisi yang sesungguhnya untuk mewujudkan keamanan di Zootopia.

      Konflik yang diangkat dalam film ini begitu menarik. Kesetaraan. Tidak pandang bulu ia berasal dari ras apa, keturunan siapa. Seperti halnya sekarang yang terlalu mengkotak-kotakkan ras tertentu. Pesan moral yang disampaikan dari film berdurasi sekitar 1 jam 48 menit yaitu ketika kita menginginkan sesuatu, maka berusaha keraslah jangan pernah menyerah sampai keinginan itu terwujud. Berpindahlah dari zona nyamanmu untuk melihat dunia yang berbeda. Satu hal yang paling penting adalah jangan mudah meremehkan orang lain hanya dari sekilas pandang saja apalagi sekedar melihat dari sisi fisiknya. Kehidupan di Zootopia ini benar-benar membuka mata Judy untuk meyadari satu hal, bahwa realitas terkadang memang tidak seindah khayalan, seperti yang ia bayangkan bahwa zootopia adalah kota impian seluruh binatang, dimana semua jenis binatang diperlakukan sama tanpa membedakan antara kelas hewan jinak atau predator. Mereka hidup rukun dan damai.  Kerakusan pada tahta membuat seseorang kehilangan akal sehatnya, semacam itulah yang dilakukan oleh sekretaris wali kota Bellwether, seekor domba yang ingin menguasai kota Zootopia yang selama ini dikuasai oleh para hewan-hewan predator. 

    Barangkali, jika film ini ditonton anak-anak merupakan sebuah film edukasi yang sangat direkomendasikan, dimana di dunia nyata (bukan komik, buku, atau sejenisnya) sering terjadi pembullyan anak-anak di usianya yang masih dini. Termasuk aku yang pernah mengalaminya... :( menyakitkan sekali jika diingat. Akan tetapi jika film ini ditonton oleh orang dewasa, maka rasanya harus malu pada sifat "kemanusiaan" kita yang seringkali bahkan lebih buruk dari binatang. 

Sekian dulu tulisan ini, karena ternyata aku perlu belajar lagi untuk menuliskan sebuah review yang apik dan menarik. Tulisan ini hanya sebagai sebuah rekaman, bahwa jika masa lalu itu pernah terkenang kembali aku bisa menghibur diriku sendiri untuk menonton film ini kesekian kalinya ^_^

Eva Edelweis, 05 Januari 2016


                                                                     OMEN


Judul                : Omen
Penulis             : Lexie Xu
Cetakan           : kempat Juli 2014
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal               : 312 halaman


      Tulisan ini hanyalah sebuah review mengenai salah satu buku serial Omen karya Lexie Xu, penulis kisah-kisah bergenre misteri dan thriller. Buku serial pertama Omen ini mengangkat topik utama kasus penusukan siswa-siswi SMA Harapan Nusantara.
      Penulis cukup menyajikan sebuah cerita yang apik tentang seorang siswi SMA, Erika Guruh yang memiliki karakter cukup mencolok di antara banyak remaja SMA sebayanya. Gadis dengan tubuh langsing namun berotot, rambut pendek mirip cowok yang sengaja digel dengan model jabrik dan tampil dengan gaya gotik yang disempurnakan dengan polesan lipstik warna cokelat tua. Gaya sangar yang selalu ia tunjukkan membuat beberapa teman sekolahnya cukup segan dan takut padanya. Siswa yang cerdas dan terkenal dengan ingatan fotografisnya ini adalah siswa terbaik secara akademis di sekolahnya, ternyata memiliki saudara kembar yang sangat berbeda secara karakter namun bagai pinang dibelah dua jika dilihat secara fisik. Dialah Eliza Guruh, siswa populer di SMA Harapan Nusantara. Karakternya yang berkebalikan dengan saudara kembarnya membuatnya begitu disukai banyak orang. Gadis berambut panjang lurus, bersih dengan tubuh yang halus dan lembut, dipertegas dengan gerak-geriknya yang anggun, halus walau sedikit terkesan sombong.Meski mereka berdua saudara kembar, namun perlakuan teman-temannya, bahkan orang tua mereka sekalipun sangat berbeda. Mereka lebih menyukai dan menyayangi Eliza, bahkan lebih parahnya sejak kecil mereka memanggil nama Erika dengan sebutan Omen. Nama judul sebuah film yang menceritakan anak kecil yang mengerikan dan beraura jahat, dikarenakan sejak kecil Erika memang tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan balita seusianya, cerdas luar biasa namun sering menakali saudara kembarnya. Membedah boneka milik Eliza, menusuk-nusuknya bahkan membiarkan tubuh boneka menjadi beberapa bagian.
      Kehidupan yang dialami oleh Erika dan Eliza sebenarnya sudah lumrah terjadi. Saudara kembar yang keduanya saling berusaha menampilkan kelebihan dirinya. Meski mereka bersaudara kembar, namun dalam hati masing-masing ada rasa tidak suka satu sama lain bahkan saling berharap tidak pernah punya mimpi yang nyata wajahnya dimiliki orang lain sekalipun saudaranya sendiri. Hal yang menarik yang dapat diambil dari kisah hidup kedua remaja SMA ini adalah kita sebagai manusia cenderung berpikir tampilan luarlah yang nomor satu. Tidak peduli seberapa lembutnya hati seseorang, bahkan seberapa cantiknya perangai yang sesungguhnya dalam diri seseorang namun karena hal-hal tertentu tertutup oleh tampilan yang busuk. Sebutlah si Erika, cewek yang memang langganan dipanggil guru BP akibat ulah dan kejailannya di sekolah, ditambah lagi dengan dandanan yang sebenarnya tidak cocok ia tunjukkan adalah seorang gadis yang baik hati dan setia kawan. Meski sangar namun ia tak sekalipun pernah menakali teman-temannya yang lemah, cukup setia kawan meski dalam situasi yang berada di posisi yang salah, dan bahkan ia sebenarnya adalah sesosok gadis yang lembut hatinya. Konflik dimulai ketika kedua gadis ini menyukai cowok yang sama, sebutlah ia Ferly. Siswa populer di sekolah mereka dan tentunya disukai banyak cewek.
     Pada suatu malam, sebuah pesta diadakan oleh salah satu teman mereka yang terkenal dengan cowok sombong, namanya Martinus. Dia mengadakan pesta di rumahnya namun yang terjadi bukanlah sebuah pesta yang dia harapkan, yaitu awal dari sebuah peristiwa yang mengerikan. Seperti biasa, Erika suka sekali bikin kerbutan dan berlagak sok jahat, kali ini dia bikin keributan di rumah si Martinus dengan cara melempari jendela rumahnya dengan kerikil-kerikil sampai berantakan. Eliza yang juga hadir di pesta itu semakin tidak suka dengan kakaknya, lalu pulang ke rumah sebelum pesta usai. Singkat cerita, sebelum dia tiba dirumahnya,  Eliza terjebak dalam sebuah pergulatan yang menyebabkan dirinya tertusuk 4 bilah pisau di seluruh bagian tubuhnya, nyaris membuatnya tak tertolong karena kondisinya yang cukup kritis. Hingga Erika yang sebenarnya menolong saudaranya itu tertuduh sebagai pelaku penusukan tersadis pada adik kandungnya sendiri. Ferly, sebagai pacar Eliza, pun mengalami hal yang sama, kena tusukan di beberapa bagian tubuhnya 2 hari setelah kejadian yang menimpa Eliza. Bukti dan segala macam tuduhan benar-benar mengarah pada Erika. Siapapun pasti menyangka Erika pelakunya, karena bukan tidak mungkin gadis yang biasa membawa aura jahat dan mengerikan itu tak bisa melakukan hal sekeji itu. Tidak hanya Eliza dan Ferly yang mengalami hal buruk itu, namun si Martinuspun mengalami hal yang sama bahkan lebih parah dari mereka berdua.
       Kasuspun terpecahkan beberapa hari setelah kejadian. Erika yang tertuduh sebagai pelaku utama dan menjadi buronan polisi nyaris depresi karena keadaan yang menimpanya. Sahabat yang baik, seorang Viktor Yamada, salah satu tembusan mahasiswa Harvard University pewaris yang punya latar belakang dari keluarga Yamada, pemilik perusahaan terbesar kedua Ocean Corporation milik Jepang yang berada di Indonesia menyamar sebagai ojek pribadi dari Erika demi mendekati gadis itupun berusaha memecahkan kasus yang dialami Erika. Dibantu juga oleh salah satu cewek berpenampilan cupu namun cerdas, Valeria Guntur salah seorang teman SMA Eliza dan Erika yang diam-diam mengamati dari jauh dan menjadi orang kedua yang berhasil memecahkan kasus Erika. 
     Akhir dari sebuah cerita yang cukup pelik ini berujung pada sebuah penemuan pelaku kasus penusukan siswa-siswi SMA Harapan Nusantara adalah Eliza. Yup, Eliza sang cewek populer yang selalu tampil anggun dan cantik dibandingkan saudaranya sendiri Erika Guruh. Cewek yang tertusuk 4 bilah pisau itu bukan Eliza yang sebenarnya namun salah seorang siswi di sekolahnya yang terpaksa diculik lalu dengan kejinya dioperasi plastik untuk mengubah muka aslinya menjadi wajah Eliza, seolah Elizalah yang menjadi korban, begitupun dengan Ferly, sebenarnya bukan dialah yang tertusuk tapi cewek psikopat ini mengubah muka anak lelaki yang ternyata pacar siswi yang telah ia rusak mukanya juga dioperasi untuk ditampakkan sebagai sesosok Ferly asli. Ternyata Eliza tak melakukan hal keji semacam itu sendiri namun bersekutu dengan Ferly yang tidak lain adalah pacarnya sendiri. Sekaligus bekerja sama dengan seorang ilusionis yang pernah menghipnotis Erika pada sebuah pertunjukan yang pernah diadakan sekolahnya. Siapapun tidak menyangka seseorang yang terlihat baik seperti Eliza dengan tega melakukan hal sekejam itu pada saudaranya sendiri dengan tujuan untuk memfitnah dan menyingkirkan Erika. Bahkan dengan segala cara ia lakukan untuk memenuhi keinginan jahatnya menyingkirkan saudra kembarnya dengan cara berkorban melukai diri sendiripun ia lakukan. Hal yang cukup menarik dari buku Omen ini, si penulis memberikan sebuah nasihat terbaik untuk kita si pembaca bahwa janganlah kita tertipu oleh seseorang hanya dari tampilan luarnya saja. Sehingga benarlah sebuah pepatah lama yang mengatakan "Don't judge a book by it's cover" karena terkadang seringkali memang penampilan luar selalu menipu mata, kita terlalu sering silau dengan penampilan yang ditampakkan di depan mata tanpa melihat sisi terdalam seseorang. Inner beauty seseorang jauh lebih mengesankan dibandingkan cantik dan baik yang hanya sebatas "penyamaran" dari jati diri seseorang, seperti halnya Erika yang seringkali menunjukkan sifat sangar pada orang lain, hanyalah sebatas benteng dirinya agar tidak mudah dilemahkan oleh omongan orang-orang yang membencinya, orang yang selalu membanding-bandingkan dirinya dengan sosok lembut seorang Eliza yang kenyataannya hati yang ia miliki jauh lebih hitam, penuh dengan siasat licik, lebih berbahaya dan beringas dibandingkan sesosok Erika. Sosok gadis yang kesepian butuh perhatian dari orang-orang terdekatnya tertutupi oleh karakter sangar yang selalu ia tampakkan pada orang-orang sekitarnya. Dibalik sikapnya yang sok cuek, sebenarnya dia gadis yang manis. Sekian. 

Eva Edelweis,  Jogjakarta 8 Oktober 2016

*Reviewer yang masih sangat dini belajar menulis. Semoga kedepannya semakin lebih baik dan bermanfaat.







Previous PostPostingan Lama Beranda